Klub Bhayangkara FC tidak jadi berganti nama. Sumber foto: cnnindonesia.com
INDO DADU - Bhayangkara FC saat ini telah membatalkan ganti nama menjadi Bhayangkara Solo FC di Kongres PSSI pada, Sabtu (29/5/2021). Bakal tetap bermain di Solo atau malah balik ke Jakarta lagi?
Niatan untuk klub Bhayangkara mengubah nama tidak lepas dari kepindahan mereka dari Jakarta ke Solo. The Guardian yang bahkan sudah menggelar acara seremoni perpindahan mereka di Stadion Manahan, Solo, pada tanggal 27 November 2020.
Tapi ternyata niatan itu masih tidak bisa terealisasi. Ada juga Tira Persikabo yang juga gagal berganti nama menjadi Persikabo 1973. Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto telah menyebut bahwa keduanya hingga kini masih terkendala masalah kelengkapan dokumen.
"Ada dua klub Liga 1 yang tadinya telah mengajukan perubahan nama. Tapi sampai akan dinaikkan sebagai agenda Kongres PSSI, masih tidak ada surat resmi yang mereka sampaikan dan belakangan kami tahu mereka tidak akan jadi berubah nama mereka," kata Iwan Budianto saat memberikan keterangan pers seusai Kongres PSSI.
Ada berbagai spekulasi yang telah beredar terkait batalnya Bhayangkara untuk mengganti nama mereka. Salah satunya karena Kaesang Pangarep, putra Presiden RI Joko Widodo, yang telah memilih menghidupkan klub kebanggan kota Solo yakni Persis Solo.
Kaesang yang telah menguasai 40 persen saham PT Persis Solo Saestu (PSS). Selain itu Kaesang juga telah didapuk sebagai Direktur Utama Persis Solo.
Masuknya Kaesang telah membuat Persis menggeliat di bursa transfer. Banyak sekali pemain kenamaan yang dari Liga 1 yang mereka rekrut. Beberapa di antaranya adalah top skor Piala Menpora 2021 Assanur Rijal, Alberto Goncalves, hingga Marinus Wanewar.
Dengan kondisi seperti itu, maka saat ini Bhayangkara masih berpotensi bakal menjadi anak tiri di Solo. Apalagi Kaesang juga sudah berkali-kali mengatakan bahwa promosi ke Liga 1 adalah harga mati bagi Persis Solo musim depan.
Ada kemungkinan Bhayangkara dan Persis Solo bakal bermain di kasta yang sama yakini di Liga 2. Dengan kondisi begitu, Bhayangkara kini telah dinilai batal pindah ke Solo dengan Jakarta bisa menjadi tujuan mereka lagi seperti sebelumnya.
Terkait hal itu, COO Bhayangkara, Sumardji hingga kini tidak memberikan jawaban. "Bhayangkara masih di Solo," begitu jawaban terakhir Sumardji, singkat kepada detikSport pada tanggal 20 April lalu.
Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita telah menegaskan pihaknya saat ini tidak ambil pusing soal pergantian nama klub. Ia juga enggan untuk membocorkan informasi soal potensi Bhayangkara batal pindah ke Solo setelah tak jadi berganti nama.
Sebagai informasi, PT LIB bisa saja menjadi pihak pertama yang mengetahui rencana pergantian nama hingga perpindahan homebase klub. Selain ke PSSI, klub juga wajib melaporkan rencana masalah perpindahan homebase mereka ke PT LIB.
"Bagi kami yang penting namanya sah seperti yang tertera di PSSI. Kalau dari hasil kongres sepertinya sih begitu ya. Kalau soal itu tanyakan langsung saja ke Bhayangkara," kata Lukita kepada detikSport soal Bhayangkara.


No comments