Sumber : bbc.com
INDO DADU - Sampai saat ini, asal muasal virus Corona masih misterius, bahkan belakangan teori virus ini berasal dari laboratorium Wuhan kembali menghangat. Malah seorang pakar virus top di India menyebutkan kecurigaannya bahwa China telah mengembangkan vaksin Corona sebelum pandemi terjadi.
Pakar tersebut adalah Dr T Jacob John, mantan profesor dan kepala Clinical Virology, Christian Medical College. Dr T Jacob John menyebut kemungkinan China sudah mengembangkan vaksin untuk mempersiapkan jika ada wabah atau kebocoran virus dari laboratorium.
Itu membuat China bisa menekan angka penderita maupun kematian sejak awal. Dr T Jacob John juga menyebut China sebagai negara dengan populasi terbesar hanya berada di peringkat ke 98 mengenai terbanyak penderita Corona.
"Ada beberapa misteri tentang episode di China. Pandemi Covid-19 di China unik di dunia. Artinya mereka menyembunyikan sesuatu atau mereka berbeda atau China telah mempersiapkannya terlebih dulu. Semuanya tidak seperti yang terlihat," kata Dr T Jacob John seperti dikutip dari New Indian Express, Rabu 9 Juni 2021.
Dr T Jacob John menyinggung ada ilmuwan China yang sudah mengajukan paten vaksin virus Corona pada bulan Februari, dua bulan setelah pandemi.
"Hal itu sangat dini bekerja untuk vaksin hanya dalam dua bulan. Mereka seharusnya memulai setidaknya setahun sebelumnya," tambahnya.
Ilmuwan yang dimaksud adalah Yusen Zhou. Yusen Zhou merupakan ilmuwan yang bekerja untuk Tentara Pembebasan Rakyat atau People's Liberation Army yang mengerjakan berkas-berkas pengajuan paten tersebut, berselang 5 pekan sejak kasus pertama Covid-19 terkonfirmasi di Wuhan.
Belakangan, Yusen Zhou dikabarkan meninggal pada Mei 2020 dengan kondisi yang misterius. Hanya satu surat kabar di China yang memberitakannya.
Menurut The Australian, Yusen Zhou yang menerima bantuan dari National Institutes of Health untuk aktivitas tersebut, cukup dekat dengan Wuhan Institute of Virology, termasuk dengan Shi Zhengli, ilmuwan yang terkenal sebagai peneliti kelelawar.
"Anak muda itu tewas. China sepertinya menyembunyikan sesuatu. Ada bukti dalam biologi molekuler yang berujung pada kemungkinan ini merupakan virus yang dimanipulasi laboratorium," lanjutnya. Meski demikian, memang belum ada bukti dari semua tudingan tersebut, bahwa virus Corona berasal atau dibuat di lab.


No comments