Sumber foto: sport.detik.com
INDO DADU - Sembilan clean sheet, produktivitas gol mencapai 28-0, Roberto Mancini kali ini benar-benar telah mematahkan tradisi kolot Italia dan siap berjaya di ajang Euro 2020.
Lupakan petualangan suram menuju Piala Dunia tahun 2018! Italia saat ini telah mengawali kampanye mereka di ajang Euro 2020 dengan meraih kemenangan menjanjikan atas Turki, 3-0, Sabtu (12/6) dinihari WIB.
Dalam pertandingan pembuka di Grup A itu, skor kemenangan Gli Azzurri yang memang tidak mewah-mewah amat, sebatas menyentuh di angka tiga. Namun, bila kita melihat statistik yang telah mereka buat di Olimpico, siapa pun barangkali akan geleng-geleng dengan data tersebut.
Pasukan Roberto Mancini yang mampu menguasai bola mencapai di atas 60 persen. Tak hanya itu, mereka juga telah berhasil memproduksi hingga 24 tembakan, bandingkan dengan lawannya Turki yang hanya tiga kali menyerang ke pertahanan Italia.
Oleh para pandit, Italia yang tidak ditempatkan di garda depan sebagai tim favorit juara kali ini. Namun, bila kita bisa mencermati Italia era kekinian, filosofi permainan mereka jelas sangat jauh berbeda dari yang sebelumnya, dan naif rasanya jika kita tidak mempertimbangkan mereka sebagai kandidat juara. Goal Indonesia juga punya tiga alasan kenapa Italia saat ini pantas dijagokan.
Pertahanan paten: sembilan clean sheet secara beruntun!
Italia polesan Mancini yang telah membuktikan bahwa mereka saat ini telah memiliki pertahanan yang super tangguh.
Dengan dipimpin duo veteran milik Juventus, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, jauh sebelum kemenangan bersih atas Turki, Azzurri memang telah menampilkan lini defensif yang kukuh bak karang.
Total, sembilan kemenangan secara beruntun bisa diamankan oleh Italia dengan tanpa sekalipun mengalami kebobolan alias clean sheet, tentu ini termasuk raihan yang sangat positif 3-0 atas Turki tadi malam. Selama periode itu, Italia juga mempu untuk mencatatkan produktivitas gol yang begitu dahsyat mencapai 28-0!
Kabar baik lainnya, kemenangan Italia di kota Roma itu telah membuat Italia kini memperpanjang rekor tidak terkalahkan menjadi 28 pertandingan, menggambarkan bagaimana transformasi yang telah ditunjukan oleh skuad Azzuri sungguh Luar biasa, mereka yang di bawah racikan tangan dingin Mancini. Pertahanan solid yang telah dibangun ini jelas akan menjadi modal penting untuk mereka bisa melaju di Euro edisi kali ini sejauh mungkin dan mungkin menjadi juara di edisi kali ini.
Patahkan tradisi, suntikkan darah muda
Di awal penunjukan Mancini sebagai pelatih kepala Italia, Mancini pernah berjanji saat itu, akan membuat tim ini "terlahir kembali" dari tidur panjangnya dan membuang gaya serangan balik konservatif yang selama ini menjadi khas Azzurri yang telah membantu mereka mengangkat empat gelar Piala Dunia.
Pendekatan berani dalam formasi 4-3-3 kali ini telah menghadirkan total 53 gol dalam 17 pertandingan terakhir Italia, di mana mereka hanya kecolongan tiga gol saja dalam kurun waktu tersebut.
Poin pentingnya adalah saat ini Mancini telah membuat penekanan yang cukup besar untuk memberikan panggung bagi para pemain muda. Enam pemain dari skuad yang mencapai babak semi-final dan Kejuaraan Eropa U-21 pada tahun 2017 yang kemudian dipadukan dengan wajah-wajah sepuh seperti bek Chiellini, yang tampil impresif di pertandingan kontra Turki, dan Bonucci.
Dan yang terbaru dan menjadi bahan pembicaraan publik, yakni pemanggilan mengejutkan penyerang Sassuolo yang masih berusia 21 tahun Giacomo Raspadori, melengkapi 35 debutan dari total 67 pemain yang pernah terlibat sejak era Mancini dimulai.
Para darah muda saat ini ada di tubuh Italia ini disebut mantan pelatih Chelsea Roberto Di Matteo sebagai representasi sebuah kekuatan mendalam yang selama ini dimiliki oleh Italia untuk menaklukkan Euro. Dia mengatakan: "Itu telah menunjukkan kekuatan secara mendalam dan kualitas pemain yang datang dari tim U-21 dan di Serie A."
Mesin gol bernama Ciro Immobile
Italia memang patut bersyukur telah memiliki penyerang tajam pada diri Ciro Immobile. Bila sebelum rezim Mancini Azzurri lebih menonjol di pertahanan yang sungguh solid, sekarang lini penyerangan pun juga telah menuai puja-puji berkat aksi pemain tersebut di atas lapangan.
Immobile yang telah mewakili permainan Italia racikan Mancini yang jauh lebih segar dan tak lagi kolot dan bertahan, permainan yang menjembatani karakter pemain-pemain modern ke dalam satu tim.
Statistik telah mencatat, penyerang berusia 31 tahun ini sudah mengepak sembilan gol dalam 11 pertandingan terakhir Italia atau tiga gol dalam tiga pertandingan secara beruntun, termasuk telah menginspirasi kemenangan 3-0 Italia atas Turki lewat sebiji gol dan assist-nya.
Menjadi top skor di kompetisi Serie A edisi 2019/20 dan berhasil membukukan 20 gol bagi Lazio musim lalu, Immobile yang akan selalu diandalkan oleh Italia untuk mencabik gawang para seteru dalam perjalanan ambisius tim di perhelatan akbar empat tahunan tersebut.


No comments