Ilustrasi, sumber foto: Kompas.com/Andri Donnal Putera
INDO DADU - Akun Twitter resmi KAI Commuter, yakni @CommuterLine menjadi sorotan netizen karena dinilai tidak sopan saat menanggapi laporan pelecehan dari seorang penumpang KRL. Admin Twitter @CommuterLine mendapat kecaman karena menanggapi laporan tanpa menunjukkan nada simpatik.
Menanggapi hal tersebut, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba meminta maaf atas kejadian tersebut, ia mengungkapkan admin media sosial tersebut langsung diberhentikan dan tidak lagi mengurusi pelanggan Commuter Line.
“Pada saat itu juga kami langsung setop admin tersebut untuk tidak lagi handle customer di KCI. Jadi ini adalah salah satu komitmen kami, bahwa kami berpihak pada penumpang dan kami harus melindungi,” ujarnya dikutip dari IDN Times “Ngobrol Seru : Waspadai Pelecehan Seksual di Angkutan Umum!", Rabu (10/6/2021).
KAI Commuter mohon maaf atas kejadian ini
Anne mengatakan saat itu pihaknya langsung menghubungi korban dan bertemu untuk meminta maaf atas sikap petugas tersebut. Anne menjelaskan, pihaknya siap membantu korban kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kereta atau stasiun.
“Kalau kami kemarin mohon maaf ada petugas kami belum bisa membantu maksimal tapi kami di ke depan berkomitmen memperbaiki hal tersebut,” kata Anne.
Ada 42 laporan pelecehan sepanjang 2019-2021
Anne menjelaskan, selama periode 2019-2021, ada 42 kasus pelecehan seksual yang dilaporkan terjadi di angkutan umum KRL. Pada tahun 2019 tercatat 34 kasus pelecehan seksual. Sedangkan pada tahun 2020 akan ada 7 kasus dan pada tahun 2021 hanya ada satu kasus.
Anne menjelaskan, tren penurunan kasus tersebut seiring dengan penurunan drastis jumlah penumpang selama tahun 2020 dan 2021.
“Jadi ini mungkin di 2020-2021 ini kan kita ada jaga jarak ya, sehingga ini juga bisa meminimalisir terjadinya pelecehan seksual di atas KRL dan memang penumpang kita sangat turun sekali jumlahnya,” ujarnya.
Jika mengalami pelecehan di Commuter line, hubungi nomor ini
Anne mengatakan pihaknya terus menyosialisasikan kampanye untuk berani melapor ke KAI jika mengalami pelecehan seksual di KRL.
"Kami juga ada contact center 24 jam, mungkin tidak berani ngomong di media sosial, tidak nyaman untuk berbicara di tempat umum juga ada hotline 021-121," ujarnya.
Jika mengalaminya secara langsung, penumpang juga bisa langsung menemui petugas KRL dan meminta bantuan.


No comments