Indo Dadu - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, terpapar COVID-19 dan saat ini menjalani isolasi mandiri di RSPAD Gatot Subroto. Ia merupakan salah satu dari 11 anggota DPR yang dilaporkan terinfeksi COVID-19.
Padahal, Nihayatul sudah mendapatkan dua vaksin, yakni CoronaVac buatan China dan Nusantara. Informasi terpaan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu disampaikan melalui akun Instagram @ninikwafiroh.
"Saya sudah vaksin Sinovac dan vaksin Nusantara. Tapi, tetap saja saya dinyatakan positif COVID-19. Walaupun dengan CT 18-21 kondisi saya terbilang cukup stabil," tulis Nihayatul di Instastory-nya dan dikutip, Senin (21/ 6/2021).
Ia mengaku kondisinya saat ini stabil namun mengalami demam selama empat hari. Kondisi emosi juga stabil. "Tidak shock sama sekali dan sudah menyangka sih kalau positif," katanya sambil memberikan emoticon senyum.
Ia juga meminta teman dan rekan yang pernah berinteraksi dengannya dalam lima hari terakhir untuk melakukan tes swab. Lalu, bagaimana kondisi Nihayatul memasuki hari kelima perawatan di RSPAD Gatot Subroto?
Kondisi Nihayatul membaik setelah dirawat di RSPAD Gatot Subroto
Melalui akun media sosialnya, Nihayatul mengatakan kondisinya mulai membaik setelah empat hari menjalani perawatan. Suhu tubuhnya terus turun hingga 36 derajat Celcius.
Ia pun sempat ragu saat dipaksa mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Ia khawatir karena tidak ada yang bisa menemaninya selama dirawat di sana.
“Tapi, ketika ingat badan lemas, suhu panas yang tidak turun-turun, akhirnya ngalah juga. Saya akhirnya ke RSPAD. Syukur alhamdulilah, perubahan kondisi badan cepat. Di samping suhu badan sudah 36 derajat celcius karena diguyur infus, badan udah seger. Tinggal batuknya saja," ujarnya.
"Kata Pak Terawan, sampean biasane ngopeni uwong akeh, Mbak. Sak iki sampean seng kudu tak openi (kamu biasanya mengurusi banyak orang, mbak. Sekarang kamu yang harus aku urus)," kata Nihayatul lagi menirukan kalimat Terawan.
Kondisi Nihayatul yang terpapar COVID-19 juga disampaikan Fraksi PKB di akun Twitter-nya. "Kita doakan pejuang parlemen yang aktif suarakan kepentingan rakyat ini lekas sehat," cuit akun @FraksiPKB pada 18 Juni 2021.
https://twitter.com/FraksiPKB/status/1405704283526291457
11 anggota DPR terkena COVID-19, empat ruang komisi lockdown
Lonjakan kasus COVID-19 juga terasa di DPR. Sebelumnya ada tiga ruang rapat panitia yang tidak bisa digunakan sementara alias lockdown, kini bertambah menjadi empat. Empat ruang komisi itu adalah Komisi I, Komisi III, Komisi VII, dan Komisi VIII.
Sementara itu, jumlah anggota DPR yang terpapar COVID-19 mencapai 11 orang. Puluhan anggota parlemen yang terjangkit COVID-19 itu berasal dari beberapa komisi yang berbeda.
"Dari data yang tercatat hingga Kamis kemarin, sudah ada 11 anggota DPR (yang terpapar COVID-19)," kata Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar saat dikonfirmasi pada 18 Juni 2021.
Ia mengatakan selain belasan anggota DPR, ada juga sejumlah orang lain yang aktif di DPR dan juga terpapar Covid-19. Indra menjelaskan, mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari staf ahli, PNS hingga petugas Pengamanan Dalam (Pamdal).
“Tercatat tenaga ahli ada 11 orang, dari PPN, terdiri dari Pamdal dan TV Parlemen ada tujuh orang, dari PNS ada 17 orang,” ujarnya lagi.
Ia mengatakan, jumlah orang yang terpapar COVID-19 di lingkungan parlemen mungkin masih bertambah karena saat ini pelacakan dan penelusuran kasus COVID-19 sedang berlangsung. "Jadi, ini belum semua yang dilaporkan kepada kami karena sedang dilacak oleh tim Satgas COVID-19 kami," katanya.
Sejauh ini, total ada sekitar 46 orang di lingkungan parlemen yang terpapar COVID-19.
Komisi di DPR tidak boleh melakukan kunjungan ke dalam atau ke luar negeri selama 2 minggu
Sementara itu, menurut Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, pihaknya telah berdiskusi dengan pimpinan DPR lainnya di Badan Musyarawarah. Alhasil, mulai Senin 21 Juni 2021 hingga dua pekan ke depan akan diterapkan protokol kesehatan yang sangat ketat di gedung DPR.
“Selama dua minggu ke depan, itu komisi-komisi di DPR tidak diperkenankan untuk mengadakan kunjungan-kunjungan baik di dalam negeri atau di luar negeri. Kedua, tingkat kehadiran di DPR akan dikurangi antara 20 persen hingga maksimal 25 persen saja. Itu untuk keseluruhan, baik anggota, tenaga ahli serta staf pendukung yang lain," kata Dasco seperti dikutip dari akun media sosialnya pada 18 Juni 2021.
Dia mengatakan kebijakan itu akan dievaluasi dalam dua minggu kedepan. Jika terjadi penurunan penularan, maka pelonggaran dapat diterapkan kembali.
Dasco juga mengatakan akan membatasi jumlah tamu yang bisa datang ke DPR. Ia mengatakan tamu yang bisa ditemui secara fisik hanyalah tamu penting.
“Tamu-tamu itu juga harus melalui protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya lagi.

No comments