Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
Indo Dadu - Sebuah insiden tragis melanda kampus Perm State University, Rusia, pada Senin (20/9). Seorang pria bersenjata dilaporkan melepaskan tembakan yang menyebabkan delapan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Universitas Perm terletak jauh di timur Moskow, sekitar 1.100 kilometer. Universitas ini memiliki 12.000 mahasiswa dan sekitar 3.000 di antaranya berada di kampus saat insiden penembakan terjadi. Kota Perm sendiri, kota tempat kampus berada, berpenduduk sekitar 1 juta penduduk.
Sebanyak 28 orang luka-luka dan 8 orang lainnya dilaporkan tewas
https://twitter.com/guardiannews/status/1439909304824442886?s=20
Insiden penembakan di lembaga pendidikan jarang terjadi di Rusia. Namun, beberapa insiden yang pernah terjadi, dinilai sangat fatal dan mematikan.
Pada bulan Mei, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah sekolah di kota Kazan, menewaskan tujuh siswa dan dua guru.
Sekarang, pada Senin pagi, menurut kantor berita Rusia, Tass, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke Universitas Perm dan menewaskan sedikitnya delapan orang.
Pihak berwenang menjelaskan bahwa "akibat kejahatan ini, delapan orang meninggal. Dua puluh delapan korban menerima perawatan medis, beberapa di antaranya dirawat di rumah sakit dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda."
Dalam penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Komite Investigasi Rusia, pelakunya adalah salah satu mahasiswa di universitas tersebut.
Tersangka terlibat baku tembak dengan petugas polisi
https://twitter.com/Mike_Eckel/status/1439846417451864065?s=20
Saat penembakan terjadi, suasana gedung kampus semrawut. Menurut The Independent, sebuah video amatir yang merekam kekacauan itu menunjukkan beberapa siswa melompat dari jendela lantai satu.
Mahasiswa dan staf kampus lain yang berada di dalam ruangan saat kejadian berhasil melindungi diri dengan memblokir pintu menggunakan meja dan kursi.
Seorang mahasiswa bernama Lev Zenkov mengatakan insiden itu berlangsung "dua puluh hingga tiga puluh menit." Zenkov mengaku menghadiri kuliah di lantai empat gedung tersebut.
Polisi yang menerima laporan penembakan itu langsung bergegas ke lokasi. Menurut Zenkov, sekitar 5-10 menit setelah kejadian, polisi langsung datang dan berhasil mencegah pelaku menembak lagi.
Saat hendak ditangkap, pelaku dikabarkan melawan sehingga terjadi baku tembak dengan petugas polisi. Pria bersenjata itu dikalahkan dan menderita beberapa luka tembak.
Valdimir Putin menyampaikan belasungkawa
https://twitter.com/tassagency_en/status/1439915763326988295?s=20
Informasi tentang penembak tidak diungkapkan secara rinci oleh pihak berwenang. Informasi setelah penyelidikan, tersangka memperoleh senjata secara ilegal pada Mei 2021.
Namun, menurut The Moscow Times, tersangka pelaku bernama Timur Bekmansurov. Dalam salah satu postingannya di media sosial, Bekmansurov mengatakan dia "dipenuhi dengan kebencian" dan telah merencanakan penembakan dan telah menabung sejak lama untuk membeli senjata.
Dalam pernyataan yang diberikan oleh Irina Volk, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Rusia, petugas yang melumpuhkan Bekmansurov adalah seorang polisi lalu lintas yang dapat dengan cepat hadir ketika panggilan darurat terjadi.
Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menerima berita tentang insiden mematikan itu, segera mengirim utusan untuk mengkoordinasikan bantuan bagi para korban. Juru bicara Dmitry Peskov mengatakan bahwa
"Presiden menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada mereka yang kehilangan keluarga dan orang-orang terkasih akibat insiden ini," katanya.
No comments